"aaaaaaaaaaaaaaaa bodoh banget sih lu ra, tinggal minta maaf aja susah banget sih. terus lo janji deh ga ngulangin. selesai kan masalahnya", gumam gue.
gue siapin mental buat sms langit. ketik........hapus........ketik.......hapus......ah sumpah demi apapun ini tuh susah banget. masalahnya baru kali ini langit marah sama gue. seandainya ada mesin waktu mungkin gue akan kembali ke waktu makan siang tadi soalnya gue laper banget, eh ke waktu langit nggak marah maksudnya. bismillahirahmanirahim...... sending message
-----------------------------------------------------------------------------------------------
ga lama kemudian ringtone sms gue bunyi dan kali ini gue berharap itu bukan dari tukang ledeng yang dateng tadi sore. dengan sekuat hati gue pasrahkan segenap jiwa untuk membuka sms itu, dan ternyata???? oh-em-ji kak satria HAHAHA.
ra, lo udah tidur? kalau belom, lagi ngapain?
ah tapi kan tadi gue sms langit kenapa kak satria yang bales? ah tau deh, tapi daripada bete smsan aja lah dulu sambil nunggu langit bales.
dari situ gue mulai smsan sama kak satria dan kak satria juga mulai nanya yang aneh-aneh, mulai dari makanan favorit sampai ke tipe pria idaman. ah lama-lama garing juga nih cowok. dan yang lebih garing lagi alias kriuk, langit ga bales sms gue. ok, mungkin minta maafnya di sekolah aja kali ya.
***
*tringtringtringtring*
"ALAMAK!!!!!!!!!!!!!!! Telat lagi gue, ancur ancur ancur!!!!!", gue shock pas ngeliat jarum pendek jam diangka 6. dan bodohnya gue, gue lupa kalau hari ini ibu pergi ke rumah tante widya jadi ga ada yang bangunin.
gue telat untuk yang kedua kalinya di SMA ini, ga tau kenapa gue tuh ya dari sd sampai smp yang namanya telat itu ya udah kudu, wajib! apa iya gue harus sekolah malem bersama makhluk halus lain biar gue ga telat? ga tau deh, sumpah gue kacau banget. malah tadi ga mandi, tapi masa bodo deh kan udah pakai parfum.
-------------------------------------------------------------------------------------------
"an&^@#$@#%$@^@*&*(@&(*#&@*& telat lagi, ketemu mamang itu lagi dan mungkin diusir lagi dari kelas", kesel sendiri gue waktu liat pintu gerbang sekolah udah ditutup.
"mang ayo lah bukain, jam weker saya rusak mang"
ternyata bukan cuma gue yang telat, ada cowok yang kemarin.
"ga ada ampun lagi, kemarin kamu udah di tolongin mas satria. sekarang mas satrianya ga masuk jadi ga ada yang nolongin. lebih baik pulang aja deh dan betulin jam weker kamu yang rusak itu biar besok ga telat", jawab mamang satpam sekolah
"mang, mau rokok gak? saya beliin deh. tapi izinin kita masuk," sambung gue
"nah ini lagi satu, kalian cocok ya raja dan ratu telat. ga ada sogok-sogokan. udah kalian pulang aja," jawab mamang sia*&*!!!
"yaudah kalau kita disuruh pulang, kita pulang mang!" kata cowok yang sama-sama telat
"ha? lo gila ya?" jawab gue
"gue ga gila, gue mau pulang"
lalu, cowok itu pergi tanpa mohon-mohon lagi sama mamang satpam sekolah. dan anehnya, gue ngikutin dia.
"eh tunggu, gue ikut", teriak gue
"ngapain lo? lo ga jadi nyogok tuh satpam? atau jangan-jangan lo ga punya banyak uang?", jawab dia sambil ngeloyor pergi
"eh maksud lo apaan? eh iya nama lo siapa? gue rara", lanjut gue sambil ngejar-ngejar tuh cowok
tiba-tiba dia berhenti.
"HAHAHAHAHA"
dia cuma ketawa, gue bingung. sejenak gue takut dia itu bukan manusia tapi kuntilanak.
"HAHAHAHAHA, lo udah salah masih aja minta kenalan. eh tapi gpp deh. masalahnya gue belom punya temen cewek. gue bobby", jawabnya
"emang gue salah apa sih? oh bobby? botak binasa dong HAHAHA", sambung gue sok asik
"salahnya itu....gue laper. cari makan yuk, ra"
gue diem, bengong, takut dia nyulik gue.
"kok diem? takut diculik ya? emang gue ada tampang kriminal ya? nggak kan?. yaudah ayo, gue yang bayarin deh. nanti gue jelasin salah lo apa. enak kan, lo yang salah gue yang bayarin"
"yaudah deh ayo"
gue pasrah, gue ga tau harus ngapain. lagi pula gue laper dan ga mungkin kalau gue balik lagi ke sekolah. tapi langit??. gue kan mau minta maaf hari ini. gue takut dia marah lagi. tapi gue laper dan mumpung dibayarin juga. alhasil, hari ini NOL.
0 komentar:
Posting Komentar