Senin, 14 Maret 2016
Jesi
Namaku Jesi, aku anak tunggal. Papaku seorang Direktur perusahaan makanan dan mamaku bekerja sebagai wakil Direktur di perusahaan yang sama. Apapun yang aku inginkan, selalu ada. Baju, makanan, uang, dan semuanya. Bahagia bukan? Ketika apa yang kau inginkan selalu ada. Ya, aku sangat bahagia.
"Jesi, cepat habiskan makanannya. Kita harus buru-buru berangkat"
"Iya, Pa", jawabku.
-di mobil-
"Hari ini apakah Mama dan Papa akan pulang malam lagi?", tanyaku.
"Tidak, Jesi. Mama dan Papa akan pulang lebih cepat", jawab Mama.
"Ya, kita sudah sampai", kata Papa
"Belajar yang benar, Jesi", kata Mama sembari melambaikan tangannya dibalik kaca mobil.
Namaku Jesi. Aku adalah orang yang paling bahagia, karena apa yang aku inginkan selalu ada. Umurku 17 tahun, aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku punya banyak teman, aku juga punya seorang pacar, namanya Teddy.
"Dooorrrrr"
"Teddy...", kata ku kaget
"Haha, tumben pagi banget datangnya? Kamu masih mimpi ya? Haha", ucap Teddy sambil mengusap-usap kepalaku.
"Hehe", tawaku
Teddy, aku menyayanginya, walaupun dia bukan pacar pertamaku aku sangat menyayanginya. Aku tidak pernah membayangkan jika aku harus putus dengannya dan dia berpacaran dengan orang lain.
Teng teng teng. Bel istirahat berbunyi.
"Ted, apa kau ada waktu hari ini?", tanyaku
"Waktu? Pasti. Aku selalu ada waktu untukmu", jawabnya sambil tersenyum. Ya, senyum termanis yang membuatku sangat mencintainya.
"Kalau begitu, nanti sepulang sekolah, bisa kau tunggu aku di belakang sekolah? Aku punya kejutan untukmu"
"Kejutan? Kejutan apa? Lalu, kenapa harus di belakang sekolah?", tanya Teddy heran.
"Kau ingat hari apa besok? Besok hari ulang tahun mu, aku takut kalau besok kita tidak sempat untuk merayakannya, jadi aku ingin memberi kejutannya hari ini", jawabku
"Haha, baiklah. Tapi seharusnya kau tidak perlu repot-repot, besok waktuku luang kok, jadi besok pasti kita bisa merayakannya lagi"
"Aku harap begitu", kataku.
Teeeetttttttttttt. Bel pulang sekolah berbunyi. Aku harus segera mempersiapkan kejutan untuk Teddy.
"Ted, bisa kau duluan ke belakang sekolah? Aku akan menyusul", pintaku
"Oke", jawabnya
-belakang sekolah-
Duuuuukkkk
Jesi. Uh. Jesi? Jesi?
"Selamat ulang tahun, Teddy. Aku sangat menyayangimu. Ini, aku membawakan kue kesukaan mu. Makanlah"
Daaaaaak daaaaaaakkkkk daaaaakkkk
"I love you Teddy", kataku sambil menciumnya
-keesokan harinya-
"Apa? Teddy hilang?"
"Iya, kemaren orang tuanya meneleponku"
'Hey, Jesi. Apa kau tahu dimana Teddy? Kau kan pacarnya?"
"Tidak. Tidak tahu. Lagipula. Aku sudah putus", kataku.
Uh. Baunya belum hilang. Tapi tak apa, sebab itulah mengapa aku sangat mencintainya.
Namaku Jesi. Aku orang yang paling bahagia, karena apa yang aku inginkan selalu ada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar